Penguat Transistor Satu Tingkat Common Emitor - Rangkaian di bawah ini disebut rangkaian penguat satu tingkat dengan transistor yang dirangkai dengan mengikuti konfigurasi common emitor (emitor bersama). Disebut penguat satu tingkat karena rangkaian ini, sebagai satu kesatuan, merupakan salah satu tahapan yang digunakan dalam suatu sistim penguatan sinyal audio (sinyal suara), selain itu dinyatakan dalam konfigurasi common emitor karena kaki emitor dari transistor tersebut digunakan bersama sebagai bagian masukan (input) dan juga sebagai keluaran (output).
Penguat Transistor Satu Tingkat Common Emitor
Penguat Transistor Satu Tingkat Common Emitor
FUNGSI KOMPONEN
R1 bersama-sama R2 membentuk rangkaian seri resistor yang dihubungkan ke catu daya (power supply). Rangkaian seri ini menghasilkan tegangan drop pada ujung-ujung kakinya yang diberikan kepada transistor untuk membuat transistor bekerja dan mengalirkan arus listrik melalui transistor.

R3 yang dipasangkan pada kaki kolektor berfungsi untuk membatasi besar arus yang boleh mengalir masuk ke kaki kolektor. Pembatasan arus masuk ke kolektor agar tidak melewati batas maksimum arus yang boleh masuk ke kaki kolektor agar tidak merusakkan transistor yang bersangkutan.

R4 yang dipasangkan pada kaki emitor berfungsi untuk membatasi besar arus yang boleh mengalir masuk ke kaki emitor. Pembatasan arus masuk ke emitor agar tidak melewati batas maksimum arus yang boleh masuk ke kaki emitor agar tidak merusakkan transistor yang bersangkutan.

C1 yang dipasang pada rangkaian input berfungsi untuk menolak (mem blok) arus searah dari terminal masukan agar tidak masuk ke rangkaian tetapi meneruskan arus bolak-balik dari terminal masukan untuk diteruskan masuk ke dalam rangkaian dan dikuatkan.

C2 yang dipasang pada rangkaian output berfungsi untuk menolak (mem blok) arus searah pada rangkaian dibagian keluaran agar tidak masuk ke rangkaian tetapi meneruskan arus bolak-balik yang sudah dikuatkan untuk diteruskan masuk ke rangkaian penguat berikutnya.

C3 yang dipasang paralel terhadap resistor Emitor berfungsi sebagai jalan pintas (by pass) arus sinyal bolak-balik (ac) sehingga sinyal ac tersebut (yang sesuai dengan sinyal masukan yang dikuatkan) tidak perlu melewati resistor emitor yang bernilai cukup besar. Dengan demikian diperoleh arus sinyal bolak-balik yang besar dan menghasilkan tegangan sinyal yang besar pula di keluaran (output).

Transistor dalam rangkaian penguat ini berfungsi melipatgandakan arus yang kecil di bagian masukan (basis) menjadi jauh lebih besar (sesuai kemampuantransistor) di bagian keluaran (emitor – kolektor). Perubahan-perubahan pada arus basis ini juga dirasakan sebagai perubahan-perubahan yang lebih besar di bagian keluaran.

ANALISA ARUS DAN TEGANGAN DC
Arus dan tegangan DC pada rangkaian di atas dapat dipahami dengan mengingat prinsip dasar yang diungkapkan oleh Hukum Ohm, Hukum Kirchoff I tentang arus dan Hukum Kirchoff II tentang tegangan.

Sesaat setelah catu daya diberikan arus listrik mengalir dari kutub positip VCC masuk resistor R1 dan R2 dan selanjutnya menuju kutub negatif Gnd. Sesuai prinsip Hukum Ohm, arus listrik yang mengalir melalui R1 akan menimbulkan tegangan drop pada R1 tersebut dan demikian juga arus yang mengalir pada R2 menimbulkan drop tegangan pada R2. Drop tegangan pada R1 selanjutnya kita sebut VR1 dan drop tegangan pada R2 kita sebut VR2. Terminal atau kaki resistor yang lebih dekat ke arah kutub positif baterei bernilai lebih positif dibandingkan dengan terminal yang cenderung dekat ke arah kutub negatif.